THE PAST IS IN THE PAST
Derap kaki perempuan berkemeja kotak-kotak tampak jelas di tempat parkir salah satu restoran cepat saji yang berada di sudut kota metropolitan. Langkahnya terburu-buru karena client nya sudah menunggu sejak 10 menit lalu. Macet sialan lah yang membuat dirinya terjebak di jalanan kota di siang yang sungguh panas ini. “Mas, mau tanya meja yang dipesan atas nama Pak Rendra di sebelah mana ya?” Tanya perempuan dua puluh lima tahun ini pada salah satu pelayan restoran sambil mencari-cari ponsel yang ia yakini pasti sudah ada di dalam ranselnya. “Di sebelah kanan mbak, tepatnya di dekat jendela.” “Ok,Mas. Ter-“ Belum selesai mulutnya ingin mengucapkan sebaris kalimat terimakasih, ia sudah lebih dulu dikejutkan dengan wajah si Pelayan yang masih dia ingat meskipun sepuluh tahun telah berlalu. Teman masa lalunya. “Terimakasih.” Perempuan itu segera menyadarkan dirinya sebelum ingatannya kembali ke masa lalu itu lagi. “Selamat siang Pak Rendra. Mohon maaf sekali Pak ...